Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan

28.3.10

NO BODY'S PERFECT

Ungkapan itu menggambarkan keadaan setiap manusia..
Kali ini gue mo cerita soal pembokat gue yg uda kerja 2taon lbh ama gue..
Dia gk nginep..pagi dateng sblm gue brgkt ngantor n sore bahkan malem pulang sehabis gue pulang kerja..
Jam kerja dia cukup panjang..dia cukup tangguh mengerjakan seluruh pekerjaan rumah hingga mengasuh anakku yg msh batita..
Itu dia,manusia emang gk ada yg sempurna..si "ibu" biasa gue panggil dia gt..dia udah berumur..usianya gk muda lg..tp krn msh pny 2 (2of4) anak yg msh skola dan suami buruh bangunan yg tdk slalu ada pekerjaan,memaksa dia utk bekerja..
Penghasilan yg dia dapatkan jg tdk sedikit..750rb..gaji yg cukup pantas kan? Tp satu hal yg sangat gue sayangkan..kenapa dia terkadang "mencuri" kecil2an.. kiranya yg dicuri adl sesuatu yg terlupakan dan mungkin lolos dr pengawasanku..
Hingga saat ini,gue bs merasakan perbuatan tdk jujurnya itu,tp sampe skrg,dia blm pernah tertangkap basah oleh gue,jd gue pun tdk bs mengambil tindakan ataupun menegur..slama ini,gue sangat menghargai dan menghormati dia,krn usianya uda kepala 5..gue gk pernah memarahi ataupun berkata kasar,krn gue tkt sikap gue berdampak ke anak gue..
Kenapa Ibu mengambil tanpa ijin..pdhal kalo ibu bilang dan minta ke gue,gue pasti kasih..yah emang sih nominal yg diambil gk besar,tp perbuatannya sungguh tdk terpuji..
Gue gk tegur,tp gue lakukan kontrol dgn cara gue sendiri n menitipkan uang secukupnya aja..
Slain itu,krn dia masak di rmh gue, kadang dia bawa pulang sebagian hasil masakan dan sebagian lg disajikan di meja makan..
Masalahnya,dia bawa pulang makanan tanpa seijin gue..parah juga kan..hm,serba salah..gue baik,malah gk dianggep ama pembokat..beginilah resiko pake pembantu,sabar2in aja selama dia gk menyakiti anak gue..no body's perfect..

25.3.10

Papa Gajinya di Kantor Berapa Sih???!!

Sebenernya cerita ini sudah pernah gue baca entah email forward ato artikel dari mana tapi lupa..Kemarin ini juga ada baca cerita serupa ini di buku "Hore Guru Si Cacing Datang" dan akhirnya aku nemu dari blog tetangga (www.ayahkita.blogspot.com)..mohon ijinnya untuk copas..

Bobby (nama samaran) adalah seorang Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, seperti biasa ia tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya Bagas, putra pertamanya yang baru duduk di kelas satu SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.

"Kok, belum tidur?" sapa Papanya., biasanya Bagas memang sudah lelap ketika papanya pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Bagas menjawab, " Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa?"

"Lho, tumben, kok nanya gaji Papa segala? Mau minta uang lagi, ya?"
"Ah, enggak. Pengen tahu aja."
"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,-./hari. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo?" Bagas berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar,sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi.

Ketika Papanya beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Bagas berlari mengikutinya. "Kalau satu hari Papa dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp 40.000,- dong," katanya. "Wah, sekarang kamu sudah pinter menghitunya ya.... Sudah sana, sekarang cuci kaki, bobok," perintah Papanya.

Tetapi Bagas tak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian, Bagas kembali bertanya, "Papa, aku boleh pinjam uang Rp 5.000,- nggak?"

"Sudahlah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah." "Tapi, Papa..." Kesabaran Papanya habis sudah. "Papa bilang tidur! ya tidur !" hardiknya mengejutkan Bagas.
Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.

Usai mandi, Papanya nampak menyesali apa yang baru saja dilakukan pada anaknya. Ia pun menengok Bagas di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Bagas didapatinya sedang menangis terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp 15.000,- di tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Papanya berkata,
"Maafkan Papa, ya Nak. Papa sayang sekali sama Bagas. Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok' kan masih bisa. Jangankan Rp 5.000,- lebih dari itu pun akan Papa kasih."

"Papa, aku nggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini." "Iya,iya, tapi buat apa?" tanya Bobby lembut.
"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu Papa itu sangat berharga.

Jadi, aku mau beli waktu Papa. Aku buka tabunganku, ada Rp 15.000,-. Tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp 40.000,-, maka dalam setengah jam aku harus membayar Papa Rp 20.000,-.

"Uang tabunganku kurang Rp 5.000,-. Makanya aku mau pinjam dari Papa".

"Aku hanya ingin sekali bermain bersama papa, setengah jam saja, dan nanti aku janji dech akan bayar Rp.20.000,- untuk waktu papa yang terbuang bermain bersama aku" Boleh ya Pa...?" katanya polos sambil memohon pada papanya.

Sang Papa tiba-tiba terdiam tubuhnya tiba-tiba gemetar dan bibirnya seketika terkunci rapat tidak mampu untuk mengeluarkan sepatah katapun.. Segera ia berlutut lalu di dekapnya bocah kecil itu erat-erat, tak terasa airmatapun menitik dari sudut matanya.

Malam itu sepertinya ia mendapatkan pelajaran yang begitu berharga dari seorang bocah kecil tercintanya akan apa arti cinta kasih yang sesungguhnya.

24.3.10

Kisah Si Penebang Pohon

Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.

Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.

Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, “Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu”.

Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan. “Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku, bagaimana aku dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjaku kepada majikan?” pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa. Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.

Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, “Kapan terakhir kamu mengasah kapak?”
“Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu, saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga”. Kata si penebang.

“Nah, disinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk apapun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal.

Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!” perintah sang majikan. Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.

Istirahat bukan berarti berhenti , Tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi

Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual. Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru!

11.3.10

10 alasan gue harus resign..

1. Udah setaon tapi belum ada kemajuan apa-apa..belum ada prestasi..sulit berprestasi..gk tau gue yg salah ato sistem disini yang salah..ya udah anggap aja gue yg salah n gk kompeten di bidang export..gue gk pny network dan relasi di luar negeri..keluar negeri aja belum pernah..ya gitu deh..
2. Gak ada perhatian khusus dari manajemen ke bagian Export, mungkin karena berpikir bahwa market lokal mereka masih bagus..
3. Harga barang gak kompetitif..mahal..gak masuk mulu ama harga yang diminta sama calon buyer..cape deh, nego sana nego sini tapi kgk jadi ujung2nya..
4. Kualitas barang yang masih belum layak export..barang gk stabil dari segi warna dan tebal..komitmen quality control internal masih buruk..kacau banget deh..cape ngadepin komplain dari customer existing..bikin malu aja..
5. Perusahaan gk ada budget untuk ngadain pameran, jangankan luar negeri, dalam negeri juga kagak..Budget untuk travelling dan cari2 buyer ke luar negeri juga gak ada..masa mereka bilang, kalo keluar negeri pasti harus dapet customer, kalo gk dapet gk bole pulang..wadoh, di dunia ini mana ada sesuatu yg pasti sih..yang pasti itu bahwa kepastian itu gk ada..makanya gue jg gk berani deh minta ditugaskan dinas ke luar negeri, takut ditagih mana customernya..tau sendiri dah, cari customer kan gk mudah..butuh kepercayaan dll..
6. Soal pembayaran, perusahaan kita ini terlalu kaku, kalo gak T/T down payment, L/C at sight..selebihnya kgk mau cara lain..hari gini, ya susah lah yah..gk tau juga dah kebijakan perusahaan sih, gk bisa diganggu gugat..
7. Sistem dan manajemen internal perusahaan masih kacau..TBK dan ISO itu semua hanya formalitas..semoga aja 10tahun kedepan ini perusahaan lebih baik deh..gue doakan..
8. Perusahaan keluarga..ya pake manajemen keluarga dah..like n dislike sangat dijunjung tinggi disini..kalo bos suka, apapun kesalahan yang diperbuat, masih toleransi lah..tapi kalo bos gk suka, biar sebaik apapun hasil kerja kamu, tetep aja dia gk suka..Turn over disini terbilang tinggi..hanya orang-orang tidak kompeten aja yang masih bercokol..mungkin mereka udah no choice sehingga tetap bertahan deh..
9. Disini gue kerja sendiri, mimpin sendiri, belajar sendiri, pusing sendiri..semuanya serba sendirian..ada enak dan gk enaknya sih..tapi banyakan gk enaknya sih..gue gk tau harus minta solusi kemana..sepertinya gk ada strategi apa-apa dari atasan..mabok juga sendirian..kalo gue dah pengalaman sih, gk masalah..
10. Fasilitas untuk komunikasi yang sangat terbatas..kalo pake telpon kantor, ampun deh, baru ngomong 3menit, putus..cape deh..sometimes, gue pake hp sendiri deh buat kontek customer..udah tuh, alat komunikasi selain telpon kan internet nih..gue sangat2 tergantung dengan internet..tapi gak jarang koneksinya lambat (lemot) bahkan putus..so, apa gue kudu modal sendiri nih beli modem..

22.2.10

Nice Story



Once a boy went to a shop with his mother. The shop keeper looked at the small cute child and showed him a bottle with sweets

And said 'Dear Child..u can take the sweets...

But the child didn't take. The shop keeper was surprised.. Such a small child he is and why is he not taking the sweets from the bottle. Again he said take the sweets....

Now the mother also heard that and said.. Take the sweets dear.. Yet he didn't take... The shopkeeper seeing the child not taking the sweets... He himself took the sweets and gave to the child. The child was happy to get two hands full of sweets.

While returning home the Mother asked the child... Why didn't you take the sweets, when the shop keeper told you to take?..

Can you guess the response: Child replies... Mom! My hands are very small and if I take the sweets I can only take few.. But now you see when uncle gave with his big hands.... How many more sweets I got!

Moral: When we take we may get little but when God gives... HE gives us more beyond our expectations. .. More than what we can
hold..!!

Tulisan gak penting

Dah berapa hari ini gue pengen banget nulis di blog gue ini..tapi internet lemotnya minta ampun..baru deh sekarang kesampean, moga aja kagak putus ditengah jalan..padahal gue pengen banget cerita pengalaman di pontianak, capenya, minum air hujan, mandi air sungai..hiks..sedih..kagak sanggup deh kalo untuk stay disana..meski pas baru balik dari ponti ada rasa gak pengen balik lagi, tapi uda beberapa hari ini, perasaan itu berangsur-angsur hilang..biar gimanapun itu kampung halaman my hubby..someday kita bakal kesana lagi untuk spend holiday..

Hari demi hari dilalui, satu persatu orang terbaik (menurut aku) resign dari tempat gue kerja sekarang.. Ini mendorong gue juga buat cabut..hm, gue kok mudah terpengaruh yah..sebenernya bukan terpengaruh sih, cuma gk mau aja stay in comfort zone sedangkan no signifikan progress..Semoga aja..semoga..*berdoa dengan sepenuh hati, semoga next step is better..

Pikiran gue lagi kacau nih, campur aduk rasanya..tar lagi dah lanjut nulisnya..dah mo pulang soalnya..

12.2.10

H-1 Welcome Pontianak

Hari ini satu orang lagi manager marketing resign. Padahal baru kerja disini sekitar 4bulan. Tak tau apa gerangan yang mendorong dia untuk resign, apa penyebabnya, hanya dia yang tau. Karena hubungan gue sama dia gak begitu dekat, jadi gue gak tanya lah, gak enak juga, gak pengen jadi kepo aja.

Dengan resign'nya orang-orang yang menurut gue berkualitas itu, membuat gue berpikir untuk mengikuti jejak mereka. Semoga aja yah ada gud news yang bisa membuat gue ikutan beranjak dari kursi empuk tempat gue membangun impian gue melalui permainan cafe world and browsing hal-hal yang gue inginkan..

Huehehe..gak terasa, hari yang gue tunggu-tunggu, besok mo balik pontianak, ke kampung halaman hubby, naek pesawat jam 6 pagi, berarti check in jam 5, jam stgh 5 harus dah berangkat donk dari rumah, berarti jam stgh 4 harus dah bangun, cuci botol, beres-beres, mandi dan cabut..dah gak sabar nih pengen liburan..

Menyambut masa cuti panjang, kerjaan-kerjaan harus dikelarin, mulai dari isi SPT, isi job matrix, sampe ngerangkum buku leadership..duh, yg terakhir ini nih yg blm gue mulai, gk tau nih kapan bisa kelar..pusing dah, males banget dah mepet gini harus baca buku...rrrggghhh...tadinya kan pengen beli tuh buku "Self Leadership and The One Minute Manager" tapi mana sempat, gak ada waktu lagi nih..jadilah gue pinjem buku temen sekantor, Leading Your Team...duh, males banget bacanya..help please..

Ada lagi hal yang gue tunggu-tunggu nih sepulang dari pontianak, tapi tar aja deh gue ceritanya kalo udah ada hasilnya yah..