27.4.10

H-3

Tak terasa.. tinggal 3 hari lagi gue kerja di Asiaplast.. kemarin baru aja satu receptionist resign.. mendadak.. surprise jg.. hm, dia sampe nangis tersedu-sedu karena sedih meninggalkan kenangan manis disini.. cukup mengharukan.. akankah gue juga bakal sedih meninggalkan pekerjaan ini.. tapi berdasarkan pengalaman yang lalu-lalu, gue biasa aja tuh.. menurut gue gk ada yg perlu ditangisi.. toh kalo emang mau ketemu dengan teman2, tinggal kontek aja kan.. jaman skrg sudah sangat mudah untuk berkomunikasi, kan ada HP.. gk kayak jaman dulu, musti surat-suratan.. *beberapa wkt lalu gue sempet bongkar koleksi perangko gue beserta surat-surat sahabat pena..dalam hati gue ngomong, jaman sekarang perangko gk laku kali ya =)

Pagi ini gue kesel bener..kesiangan..macet..telat..bikin bete aja.. udah tuh hubby gk bersahabat.. disuruh cari jalan pintas, dia ogah.. terpaksa deh berjejal dengan kendaraan lainnya.. anyway, hari ini many things to accomplish.. siang ini mo ambil sisa cuti setengah hari.. mau ke Bank urus key BCA yang rusak, sekalian bayar PBB dan urus ke kantor pemasaran Taman Royal.. moga aja cepet kelar.. biar sedikit demi sedikit beban pikiran ini agak longgar.. sisa 3 hari nih untuk beres-beres file dan serah terima..

Kalo dibandingkan dengan 2 tempat kerja gue sebelumnya, Asiaplast termasuk tempat kerja yg cozy, santai dan temen-temennya bersahabat meskipun yang nyebelin juga ada.. tapi at least ada yg bisa deket lah.. daripada dulu kalo di tempat kerja cuma sebatas kerjaan aja.. kalo disini bisa dijadiin temen.. 

Banyak hal yang gue pelajari disini.. tengkiu banget buat owner yang udah kasi gue kesempatan untuk join training dan mencicipi fasilitas kelas manager.. gue merasa bersyukur atas apa yang sudah gue dapatkan selama kerja di Asiaplast.. kenangan manis ini tak kan terlupakan.. untuk segala kekurangan dan kesalahan yang ku perbuat secara tidak sengaja, mohon dilupakan saja.. hehe.. Niat, hati dan pikiranku terhadap perusahaan Asiaplast senantiasa ku jaga se-positif mungkin.. gue yakin kalo Asiaplast akan selalu berjaya.. Hidup Asiaplast!!


1.4.10

The Hero is Back..

Pagi ini gue ngeliat seseorang berwajah asing..sebut saja inisialnya "G"..
Bagi gue dia asing..tapi buat orang-orang yang sudah bekerja lama disini.. "G" bukanlah orang asing.. Konon ceritanya dia pernah bekerja disini selama 3 sd 4 tahunan.. Hm, meskipun baru ngeliat tampangnya (menurut gue sih biasa aja n nothing special) tapi gue mengenali sosok dia dari cerita rekan kerja disini.. Tampaknya nama baiknya cukup harum seperti seorang pahlawan yang namanya dikenang oleh karena jasa-jasanya di masa yang lampau.. Smart, experienced, humble, and down to earth.. Begitulah sosok dirinya jika digambarkan dengan kata-kata.. Kesan pertama gue ke "G" jadi positif, hal ini karena banyak komentar positif dari rekan kerja.. mungkin dia akan menggantikan GM sini yang udah resign sejak pertengahan Desember lalu..
Akhirnya perusahaan ini sadar akan peran-peran SDM nya dan tidak sungkan untuk memanggil kembali mantan karyawan yang jelas-jelas berkompeten.. gue acungin dua jempol buat perusahaan ini yang telah sadar dan membuka mata untuk menerima kembali mantan karyawannya yang jelas-jelas ahli dan pengalaman di bidangnya.. Semoga sukses.. meskipun masa kerja gue disini tinggal sebulan.. tapi gue turut senang.. semoga aja problem produksi dsb bisa diselesaikan oleh MR. "G" ini.. Welcome Sir.. Let's fix it.. Selamat Bekerja Pak..

30.3.10

Aku Sadar..

Aku sadar aku sedang marah..
Aku sadar aku sedang kecewa..
Aku sadar aku sedang emosi..
Aku sadar aku sedang kesal..

Tapi Aku dengan sadar melepas kemarahan itu..
Aku juga dengan sadar melepas kekecewaan itu..
Aku pun dengan sadar melepas rasa emosi itu..
Aku dengan sadarnya melepas kekesalan itu..

Aku melihat ke depan..
Aku melihat sebuah jalan..
Aku lalui jalan itu..
Aku tidak dapat melihat ujungnya..

Aku ingin menoleh..
Tapi tidak kulakukan..
Aku sudah memaafkannya..
Aku sudah memaafkan diriku..

Biarkanlah semua itu berlalu..
Aku menerima semuanya..
Aku tidak menolak..
Maka cepat pergi dan berlalu lah..

28.3.10

NO BODY'S PERFECT

Ungkapan itu menggambarkan keadaan setiap manusia..
Kali ini gue mo cerita soal pembokat gue yg uda kerja 2taon lbh ama gue..
Dia gk nginep..pagi dateng sblm gue brgkt ngantor n sore bahkan malem pulang sehabis gue pulang kerja..
Jam kerja dia cukup panjang..dia cukup tangguh mengerjakan seluruh pekerjaan rumah hingga mengasuh anakku yg msh batita..
Itu dia,manusia emang gk ada yg sempurna..si "ibu" biasa gue panggil dia gt..dia udah berumur..usianya gk muda lg..tp krn msh pny 2 (2of4) anak yg msh skola dan suami buruh bangunan yg tdk slalu ada pekerjaan,memaksa dia utk bekerja..
Penghasilan yg dia dapatkan jg tdk sedikit..750rb..gaji yg cukup pantas kan? Tp satu hal yg sangat gue sayangkan..kenapa dia terkadang "mencuri" kecil2an.. kiranya yg dicuri adl sesuatu yg terlupakan dan mungkin lolos dr pengawasanku..
Hingga saat ini,gue bs merasakan perbuatan tdk jujurnya itu,tp sampe skrg,dia blm pernah tertangkap basah oleh gue,jd gue pun tdk bs mengambil tindakan ataupun menegur..slama ini,gue sangat menghargai dan menghormati dia,krn usianya uda kepala 5..gue gk pernah memarahi ataupun berkata kasar,krn gue tkt sikap gue berdampak ke anak gue..
Kenapa Ibu mengambil tanpa ijin..pdhal kalo ibu bilang dan minta ke gue,gue pasti kasih..yah emang sih nominal yg diambil gk besar,tp perbuatannya sungguh tdk terpuji..
Gue gk tegur,tp gue lakukan kontrol dgn cara gue sendiri n menitipkan uang secukupnya aja..
Slain itu,krn dia masak di rmh gue, kadang dia bawa pulang sebagian hasil masakan dan sebagian lg disajikan di meja makan..
Masalahnya,dia bawa pulang makanan tanpa seijin gue..parah juga kan..hm,serba salah..gue baik,malah gk dianggep ama pembokat..beginilah resiko pake pembantu,sabar2in aja selama dia gk menyakiti anak gue..no body's perfect..

27.3.10

Kesal dan Marah akan Keadaan? Itu semua adalah pilihan!

Artikel ini gue copas dari inbox..thx to ci siu2..
 
Seorang pemuda menunggangi seekor kuda dengan semua bawaannya sedang menuju sebuah desa di lembah gunung, dengan rencana menetap di sana.
 
Dalam perjalanan dia bertemu dengan seorang tua yang berjalan dari arah desa tersebut.
 
Dia berhenti sejenak dan bertanya kepada orang tua itu: "Bagaimana keadaan di desa di depan? Bagaimana orang-orangnya? "
 
Sang orang tua balik bertanya "Bagaimana keadaan di desa tempat asal kamu?"
 
Sang pemuda menjawab dengan penuh emosi "Sangat tidak baik. Semua orang hanya mau berargumentasi, mau menang sendiri, semua orang saling menusuk dari belakang, tidak ada yang adil, permusuhan, politik, dll.dll.. karena itu saya ingin pergi dari sana"
 
Orang tua itupun menjawab "Kalau begitu, kamu akan menemukan hal yang sama di desa di depan" Lalu melanjutkan perjalanannya, meninggalkan si pemuda.
 
Seorang pemuda lain, yang juga sedang menuju ke desa itu, berpapasan dengan orang tua yang sama.
 
Dia pun bertanya hal yang sama, bagaimana keadaan desa di depannya.
 
Orang tua itu pun menanyakan hal yang sama "Bagaimana keadaan di desa asal kamu?"
 
Sang pemuda tersenyum dan berkata "Indah sekali, orang-orangnya baik, mau bertukar pandangan, terbuka, pernuh persaingan yang menggairahkan, menantang, dan memberikan kesempatan berstrategi"
 
Sang orang tua pun menjawab "Kalau begitu, kamu akan menemukan hal yang sama di desa di depan"
 
##########
 
Pagi ini saya mendengarkan sebuah talk-show di radio mengenai 'perlakukan tidak adil' di tempat kerja.
 
Dan tidak surprise menemukan banyak sekali yang akan menyambut topik ini dengan antusias karena melihat dirinya dan merasa berada di situasi tersebut.
 
Bukankah kalau kita menoleh ke sekeliling, kita bisa melihat dan merasakan begitu banyaknya orang yang mengeluh berada dalam keadaan yang buruk?
 
Dari perlakuan tidak adil oleh atasan, persaingan rekan kerja, gaji yang kecil, kesempatan karir yang terbatas, perusahaan tidak peduli akan perkembangan diri, kultur perusahaan yang serba merusak, terlalu banyak gossip, dan lain-lain.
 
Saya mengangkat kisah di atas sebagai metafora sebuah kebijakan : ke mana pun Anda pergi, di mana pun Anda berada, yang akan Anda lihat, dengar, dan rasakan, adalah sesuai dengan PILIHAN Anda!
 
Situasi atau keadaan adalah keadaan. Anda yang MEMILIH mendatanginya, Anda yang MEMILIH untuk mengalaminya, Anda yang MEMILIH untuk tetap mengalaminya, bereaksi terhadapnya, mengambil sikap terhadapnya, dan Anda yang MEMILIH juga untuk mengatakan CUKUP atau TERUSKAN.
 
Dengan MEMILIH berada di sebuah tempat, Anda sudah MEMILIH untuk berada di keadaan yang ada di tempat itu, entah baik atau buruk. Itu adalah KEPUTUSAN Anda!
 
Dengan MEMILIH untuk menetap di situ walau sudah punya persepsi buruk mengenai keadaannya, Anda sudah MEMILIH untuk menerima keadaan itu.
 
Kalau Anda berkoar-koar dan setiap hari berteriak Anda tidak bisa menerima keadaan itu, pertanyaannya adalah: apa yang Anda PILIH untuk dilakukan untuk bisa menangani dengan lebih baik atau malah keluar dari keadaan itu?
 
Hidup ini terlalu singkat untuk hanya diisi oleh gerutuan dan komplain. Apalagi komplain akan PILIHAN sendiri.
 
Kalau Anda merasa telah membuat PILIHAN yang salah di awal, sehingga merasa jatuh ke keadaan sekarang, PILIHLAH untuk melakukan sesuatu yang BERGUNA terhadap perasaan Anda itu.
 
Seandainya Anda MEMILIH untuk menerima, maka belajarlah untuk merespon dengan lebih efektif. INGAT bahwa MEMILIH untuk menerima berbeda dengan MEMILIH untuk setuju. Anda tetap bisa MEMILIH untuk menerima tanpa perlu Anda setuju dan membenarkan keadaan itu. Apakah Anda setuju dengan kenaikan listrik, BBM, harga-harga, dll? Nah, toh, Anda bisa MEMILIH untuk menerima khan? Mintalah advis dari yang Anda tahu bisa merespon dengan lebih efektif dalam keadaan Anda, sehingga Anda bisa tetap berada di keadaan tersebut dan bisa tetap efektif dan produktif. Ingat bahwa perasaan seperti stress, depresi, cemas, marah, dll., bukan secara otomatis disebabkan oleh keadaan, tapi adalah PILIHAN respon atau sikap kita terhadap keadaan itu.
 
So, apakah Anda sedang berada dalam keadaan dimana Anda punya persepsi yang buruk mengenai keadaan itu?
 
Kalau sudah tahu persepsi Anda, apa PILIHAN mengenai hal ini? CUKUP? Atau TERUSKAN SAJA?
 
Petunjuknya: apapun yang Anda PILIH, ada konsukuensinya. Mari belajar menanggung konsekuensi PILIHAN kita masing-masing.
 
Karena itu di INSPIRASI INDONESIA, kita MEMILIH untuk berpendapat bahwa semuanya adalah PILIHAN masing-masing!
 
Mau dibawa senang, susah, bahagia, menderita, dll.. Semuanya PILIHAN!
 
You can CHOOSE to be happy all day, or be miserable all day!
 
YOUR CHOICE!
 
Have a positive day!

26.3.10

Thanks to Bu Susy atas supportnya..

Βïαrkαπ måså ϑèpǻπ ïtų ϑαtαπğ ϑğπ sĕnϑiriπγα... Jαπğαπlǻh tếrlαlu Ǩhαωαtir/ Mếmikirkαπ tếntǻπğ ♓αri ếsok, Kαrèπǻ jïkα Qtα Mếlǻkukαπ ƴğ tếrϐåïk ϑi ♓αri ïπï, mǻkα ♓αri ếsok pun ǻkαπ lếϐïh ϐǻïk... ► Õptimis ϑαπ Jαπğαπ Pếrnåh ϐếrputus Asα., Jαπğαπ Mếπγếrαh tåπpå Usåhå...!! ► ϐếrbǻïk Sǻngkǻlαh kếpαϑα Tuђån, Tếrïmαlαh sếgαlα Kếtĕtαpαn NYA ϑèπğαπ sếlαlų ϐếrśγųkųr.., Sếbåb Qtα tïϑαk tåhu åpα ƴğ tếrbαïk 'tųk Qtα.., Βïśα jαϑï kếsulitåπ ïtų lếϐïh ϐåïk ϑripαϑα Ǩếmudǻhαπ...

25.3.10

Papa Gajinya di Kantor Berapa Sih???!!

Sebenernya cerita ini sudah pernah gue baca entah email forward ato artikel dari mana tapi lupa..Kemarin ini juga ada baca cerita serupa ini di buku "Hore Guru Si Cacing Datang" dan akhirnya aku nemu dari blog tetangga (www.ayahkita.blogspot.com)..mohon ijinnya untuk copas..

Bobby (nama samaran) adalah seorang Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, seperti biasa ia tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya Bagas, putra pertamanya yang baru duduk di kelas satu SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.

"Kok, belum tidur?" sapa Papanya., biasanya Bagas memang sudah lelap ketika papanya pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Bagas menjawab, " Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa?"

"Lho, tumben, kok nanya gaji Papa segala? Mau minta uang lagi, ya?"
"Ah, enggak. Pengen tahu aja."
"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,-./hari. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo?" Bagas berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar,sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi.

Ketika Papanya beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Bagas berlari mengikutinya. "Kalau satu hari Papa dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp 40.000,- dong," katanya. "Wah, sekarang kamu sudah pinter menghitunya ya.... Sudah sana, sekarang cuci kaki, bobok," perintah Papanya.

Tetapi Bagas tak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian, Bagas kembali bertanya, "Papa, aku boleh pinjam uang Rp 5.000,- nggak?"

"Sudahlah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah." "Tapi, Papa..." Kesabaran Papanya habis sudah. "Papa bilang tidur! ya tidur !" hardiknya mengejutkan Bagas.
Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.

Usai mandi, Papanya nampak menyesali apa yang baru saja dilakukan pada anaknya. Ia pun menengok Bagas di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Bagas didapatinya sedang menangis terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp 15.000,- di tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Papanya berkata,
"Maafkan Papa, ya Nak. Papa sayang sekali sama Bagas. Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok' kan masih bisa. Jangankan Rp 5.000,- lebih dari itu pun akan Papa kasih."

"Papa, aku nggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini." "Iya,iya, tapi buat apa?" tanya Bobby lembut.
"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu Papa itu sangat berharga.

Jadi, aku mau beli waktu Papa. Aku buka tabunganku, ada Rp 15.000,-. Tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp 40.000,-, maka dalam setengah jam aku harus membayar Papa Rp 20.000,-.

"Uang tabunganku kurang Rp 5.000,-. Makanya aku mau pinjam dari Papa".

"Aku hanya ingin sekali bermain bersama papa, setengah jam saja, dan nanti aku janji dech akan bayar Rp.20.000,- untuk waktu papa yang terbuang bermain bersama aku" Boleh ya Pa...?" katanya polos sambil memohon pada papanya.

Sang Papa tiba-tiba terdiam tubuhnya tiba-tiba gemetar dan bibirnya seketika terkunci rapat tidak mampu untuk mengeluarkan sepatah katapun.. Segera ia berlutut lalu di dekapnya bocah kecil itu erat-erat, tak terasa airmatapun menitik dari sudut matanya.

Malam itu sepertinya ia mendapatkan pelajaran yang begitu berharga dari seorang bocah kecil tercintanya akan apa arti cinta kasih yang sesungguhnya.